Penanganaan Insiden Forensik Freezing The Scene

Posted: Oktober 14, 2013 in Uncategorized

Freezing The Scene (Bagian 1)

Freezing The Scene yaitu mengenai pengumpulan bukti digital forensik atas sebuah kejadian tindak kejahatan. Menurut Ruby Alamsyah, digital forensik atau disebut komputer forensik adalah turunan dari disiplin ilmu teknologi informasi di dalam bidang ilmu IT security, yang menganalisa barang bukti sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan. Tujuan dari komputer forensik adalah untuk menyebarkan keadaan kini dari suatu sistem komputer digital seperti, barang bukti digital tersebut yang termasuk hardisk, flashdisk, handphone, notebook, server, alat teknologi apapun yang mempunyai media penyimpanan dan bisa dianalisa. Jumlah kejahatan komputer (computer crime), terutama yang berhubungan dengan sistem informasi, akan terus meningkat karena kejahatan di internet terbagi dalam berbagai versi.

Komputer forensik dapat diartikan sebagai pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber daya komputer yang mencakup sistem komputer, jaringan komputer, jalur komunikasi, dan berbagai media penyimpanan yang layak untuk diajukan dalam sidang pengadilan. Komputer forensik banyak ditempatkan dalam berbagai keperluan, bukan hanya untuk menangani beberapa kasus kriminal yang melibatkan hukum, seperti rekonstruksi perkara insiden keamanan komputer, upaya pemulihan kerusakan sistem, pemecahan masalah yang melibatkan hardware ataupun software, dan dalam memahami sistem atau pun berbagai perangkat digital agar mudah dimengerti.

Aktivitas forensik komputer, diantaranya:

1. Untuk membantu memulihkan, menganalisa, dan mempresentasikan materi/entitas berbasis digital atau elektronik sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan sebagai alat bukti yang sah di pengadilan

2. Untuk mendukung proses identifikasi alat bukti dalam waktu yang relatif cepat, agar dapat diperhitungkan perkiraan potensi dampak yang ditimbulkan akibat perilaku jahat yang dilakukan oleh kriminal terhadap korbannya, sekaligus mengungkapkan alasan dan motivasi tindakan tersebut sambil mencari pihak-pihak terkait yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan perbuatan tidak menyenangkan dimaksud.

Adapun aktivitas forensik komputer biasanya dilakukan dalam dua konteks utama :

1. Konteks terkait dengan pengumpulan dan penyimpanan data berisi seluruh rekaman detail mengenai aktivitas rutin yang dilaksanakan oleh organisasi atau perusahaan tertentu yang melibatkan teknologi informasi dan komunikasi.

2. Pengumpulan data yang ditujukan khusus dalam konteks adanya suatu tindakan kejahatan berbasis teknologi.

Tahapan Aktivitas Forensik

Secara metodologis, terdapat paling tidak 14 (empat belas) tahapan yang perlu dilakukan dalam aktivitas forensik, sebagai berikut:

1. Pernyataan Terjadinya Kejahatan Komputer, merupakan tahap dimana secara formal pihak yang berkepentingan melaporkan telah terjadinya suatu aktivitas kejahatan berbasis komputer;

2. Pengumpulan Petunjuk atau Bukti Awal, merupakan tahap dimana ahli forensik mengumpulkan semua petunjuk atau bukti awal yang dapat dipergunakan sebagai bahan kajian forensik, baik yang bersifat tangible maupun intangible;

3. Penerbitan Surat Pengadilan, merupakan tahap dimana sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, pihak pengadilan memberikan ijin resmi kepada penyelidik maupun penyidik untuk melakukan aktiivitas terkait dengan pengolahan tempat kejadian perkara, baik yang bersifat fisik maupun maya;

4. Pelaksanaan Prosedur Tanggapan Dini, merupakan tahap dimana ahli forensik melakukan serangkaian prosedur pengamanan tempat kejadian perkara, baik fisik maupun maya, agar steril dan tidak tercemar/terkontaminasi, sehingga dapat dianggap sah dalam pencarian barang-barang bukti;

5. Pembekuan Barang Bukti pada Lokasi Kejahatan, merupakan tahap dimana seluruh barang bukti yang ada diambil, disita, dan/atau dibekukan melalui teknik formal tertentu;

6. Pemindahan Bukti ke Laboratorium Forensik, merupakan tahap dimana dilakukan transfer barang bukti dari tempat kejadian perkara ke laboratorium tempat dilakukannya analisa forensik;

7. Pembuatan Salinan “2 Bit Stream” terhadap Barang Bukti, merupakan tahap dimana dilakukan proses duplikasi barang bukti ke dalam bentuk salinan yang identik;

8. Pengembangan “MD5 Checksum” Barang Bukti, merupakan tahap untuk memastikan tidak adanya kontaminasi atau perubahan kondisi terhadap barang bukti yang ada;

9. Penyiapan Rantai Posesi Barang Bukti, merupakan tahap menentukan pengalihan tanggung jawab dan kepemilikan barang bukti asli maupun duplikasi dari satu wilayah otoritas ke yang lainnya;

10. Penyimpanan Barang Bukti Asli di Tempat Aman, merupakan tahap penyimpanan barang bukti asli (original) di tempat yang aman dan sesuai dengan persyratan teknis tertentu untuk menjaga keasliannya;

11. Analisa Barang Bukti Salinan, merupakan tahap dimana ahli forensik melakuka analisa secara detail terhadap salinan barang-brang bukti yang dikumpulkan untuk mendapatkan kesimpulan terkait dengan seluk beluk terjadinya kejahatan;

12. Pembuatan Laporan Forensik, merupakan tahap dimana ahli forensik menyimpulkan secara detail hal-hal yang terjadi seputar aktivititas kejahatan yang dianalisa berdasarkan fakta forensik yang ada;

13. Penyerahan Hasil Laporan Analisa, merupakan tahap dimana secara resmi dokumen rahasia hasil forensik komputer diserahkan kepada pihak yang berwajib; dan

14. Penyertaan dalam Proses Pengadilan, merupakan tahap dimana ahli forensik menjadi saksi di pengadilan terkait dengan kejahatan yang terjadi.

 MATERI SELANJUTNYA :

Ulya Umri             (part 2)  http://uyakacrut.blogspot.com/2013/10/prinsip-kerja-forensik-digital.html
Andriyan Sitorus  (part 3) http://bolehdilihat.wordpress.com/2013/10/14/penanganan-insiden-forensik-dan-freezing-scene/
Riswan Siregar     (part 4) http://riswanagnita.blogspot.com/2013/10/freezing-scene-part-4.html
Nicky Valiant         (part 5) http://nicxusedell.blogspot.com/2013/10/freezing-scene-season-1.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s